Viral di WhatsApp, Kasus Video Mesra Erli Hasyim Bupati simelue Juga Jadi Trending Topik di tvOne

Simeulue– Imbas dari viralnya video mesra Bupati Simeulue
Erli Hasyim, tampaknya, bukan hanya menjadi trending topik pemberitaan media di
Aceh saja. Namun juga menjadi asupan berita media nasional.
Hal itu dapat dilihat di Televisi nasional, hebohnya kasus
video tak senonoh yang melibatkan orang nomor satu di kepulauan Simeulue itu
pun disiarkan langsung stasiun tvOne.
Jika kemarin 31 Juli 2019, Ketua pansus Irawan Rudiono yang
menjadi nara sumber. Sekitar pukul 18:20
WIB, giliran Hasdian Yasin anggota DPRK dari partai Demokrat yang menjadi
pembicara mewakili pansus dewan setempat.
Seperti diketahui, viralnya video mesra berdurasi 1 menit 38
detik itu, bermula dari WhatsApp kurang lebih tiga pekan lalu. Dalam video itu,
seorang laki-laki yang patut diduga mirip Erli Hasyim terlihat sedang bercumbu
mesra dengan seorang wanita.
Sontak saja, video itu menjadi pembicaraan dan gunjingan
netizen yang didominasi warga kepualaun Simeulue. Ungkapan perihatin dan
kecewa, akhirnya mendorong terjadinya aksi massa yang diinisiasi Aliansi
Gerakan Masyrakat Anti Pejabat Amoral (GEMPAR) pada hari Senin tanggal, 29 Juli
2019.
Selain mendesak DPRK Simeulue memakzulkan Erli Hasyim dari
jabatan bupati, massa juga meminta Erli Hasyim dihukum cambuk sesuai dengn
qanun syariat islam yang berlaku di bumi Aceh.
Bahkan di tengah unjuk rasa keperhatian publik sempat
tercuri oleh seorang mahasiswi yang sedang mengenyam pendidikan di luar
Simeulue.
Lantaran ‘Malu’ atas perbuatan Bupati di dalam video yang
beredar, adrenalinya terpatik untuk berorasi.
“Kami sebagai mahasiswa merasa malu, sedih, bahkan dibuli.
Harga diri kami diinjak injak. Bagaimana mungkin, yang sudah kami anggap
ayahanda tapi melakukan perbuatan tidak terpuji yang dilarang agama. Bukankah
dia sarjana agama?,” teriak sang mahasiswi dengan mimik kecewa.
Pada akhir aksi, massa menyuguhkan surat pernyataan dalam
bentuk petisi. Disini gayung bersambut. Anggota Dewan Kabupaten Simeulue
menanda-tangani petisi yang dituangkan di atas materai. Massa berharap Anggota
DPR Kabupaten Simeulue segera menindaklanjuti subtansi tuntutan mereka.
Dari sinilah terbentuk Panitia Khusus (Pansus) yang terdiri
dari 14 anggota DPRK Simeulue. Diantaranya, Irawan Rudiono (Ketua), Poni Harjo (Sekretaris), Ikhsan, Ihya
Ulumuddin, Hansipar, Azhar Agur, Taufik, Murniati, Sardinsyah, Hasdian Yasin,
Ferdinan, Nadirsyah, Amsarudin dan Abdul Razak.
Selanjutnya, tadi sore, kamis 1 Agustus 2019 sekira pukul
14:57 WIB, secara resmi Lembaga DPRK Simeulue menggelar rapat paripurna yang
dihadiri kurang lebih sebanyak lima belas orang anggota dewan. Artinya,
paripurna dilakukan setelah hampir tiga pekan pasca hebonya video tersebut.
Kesimpulan hasil investigasi pansus, mengusulkan pemakzulan
bupati Simeulue Erli Hasyim pada pimpinan DPRK. Usulan itu dibacakan ketua
pansus Irawan Rudiono, Kamis (1/8/2019).
Karena keputusan paripurna bersifat kolektif kolegial. Ketua
DPRK Murniati, akhirnya menanyai pendapat anggota dewan yang hadir. Lantas
seluruh anggota DPR Kabupaten Simeulue serentak dengan kata setuju.
“Hasil pansus paripurna mengusulkan pemakzulan Bupati
Simeulue ke Pimpinan DPR untuk diteruskan ke Mahkamah Agung. Usulan pemakzulan
juga disetujui semua anggota yang hadir saat paripurna,” kata Irawan terang.
Sementara Erli Hasyim, tak terlihat hadir dalam rapat paripurna. Anggota pansus mengaku sebelumnya sudah
menyurati Bupati Erli Hasyim untuk hadir, namun Bupati Simeulue tak kunjung
datang.
Sumber Harianaceh.co.id
0 Response to "Viral di WhatsApp, Kasus Video Mesra Erli Hasyim Bupati simelue Juga Jadi Trending Topik di tvOne"
Post a Comment