Mimpi dalam islam ternyata bukan hanya sekedar bunga tidur, nih penjelasannya.

Sebuah mimpi adalah deretan pemikiran, citra, suara atau
emosi yang dialami pikiran saat tidur (American Heritage Dictionary, 2009).selain
itu ada pula yang mengatakan bahwa mimpi adalah hasil dari pikiran bawah sadar
yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya
dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat (Rapid
Eye Movement / REM sleep).
Setiap orang pasti mengalami mimpi. Bahkan terkadang mimpi
yang dibilang hanya bunga tidur ternyata benar-benar terjadi di dalam kehidupan
nyata. Selain itu banyak pula yang menafsirkan mimpi sebagai suatu pertanda
tertentu. Anehnya, Tafsir tersebut benar-benar terjadi di alam nyata manusia.
Ada pula yang disebut dengan Lucid Dreaming, dimana si pemimpi mengetahui bahwa
dia berada di alam mimpi, dan dapat mengontrol segala aspek mimpinya sesuai
yang dia inginkan. Berbagai emosi seperti rasa takut juga sering terjadi dalam
mimpi, dan si pemimpi bisa merasakannya. Mimpi dalam islam.
Mimpi dalam islam sendiri, di Alqur’an menyebutkan beberapa
ayat mengenai mimpi, misalnya saja dalam surat Ash-Shaffaat ayat 102 yang
mengisahkan mimpi Ibrahim ketika ia diharuskan menyembelih putranya, Ismail.
Juga dalam surat al-Fath ayat 27 mengenai mimpi Rasulullah SAW sebelum
terjadinya perjanjian Hudaibiyah.buku tafsir mimpi
Mimpi dalam islam; Selain Nabi ada pula sahabat yang
bermimpi dan mimpinya menjadi kenyataan seperti mimpi Abu Bakar yang menaiki
tangga bersama Rasulullah, tetapi mereka berselisih dua anak tangga. Dalam
takwilnya, Abu Bakar menyatakan bahwa kematiannya akan datang dua tahun setelah
Rasulullah, dan itu benar-benar terjadi. Selain itu seperti mimpi Bilal yang
melafazkan bacaan-bacaan adzan yang tidak usah ditakwilkan, karena memang benar
apa adanya Bilal yang mengumandangkan adzan saat itu.
Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, Jika masa semakin
dekat, mimpi seorang Muslim nyaris tidak pernah dusta. Muslim yang paling benar
mimpinya adalah yang paling jujur perkataannya. Mimpi seorang Mukmin merupakan
satu bagian dari 46 bagian kenabiannya (Mutafaq Alaih).
Khalid al-Anbari dalam bukunya Kamus Tafsir Mimpi
menyebutkan bahwa tanda mimpi yang benar adalah sebagai berikut:
Bersih dari mimpi kosong, bayangan-bayangan yang meresahkan
dan menakutkan.
Dapat dipahami ketika terjaga.
Tidur dalam keadaan pikiran jernih, tidak disibukkan oleh
persoalan apa pun.
Mimpi tersebut dapat ditakwilkan sesuai dengan apa yang ada
di Lauh Mahfuzh.
Lalu darimanakan sebenarnya
teori mimpi dalam islam? Dalam Islam Ada 3 bentuk Mimpi, sebagaimana
Rosululloh SAW bersabda
Mimpi itu ada tiga. Mimpi yang baik merupakan kabar gembira
dari Allah. Mimpi yang menyedihkan berasal dari setan, dan mimpi yang datang
dari obsesi seseorang. Jika salah seorang di antara kalian mimpi yang
menyedihkan maka hendaklah dia bangun lalu shalat dan tidak menceritakannya
pada orang lainnya (HR Bukhari dan Muslim). Yaitu:
Mimpi baik.
Mimpi ini dapat digambarkan seperti ketika seseorang
mengalami mimpi tentang hal-hal yang dia sukai. Menurut hadits yang
diriwayatkan Bukhari ra, mengatakan: dari Abu Said Al-Khudri, bahwa
sesungguhnya dia mendengar Nabi saw bersabda:
Apabila sesorang dari kamu memihat suatu mimpi yang
menyenangkan maka sesungguhnya mimpi itu hanyalah dari Allah swt, maka
hendaknya ia memuji Allah swt (bertauhid) atas mimpinya dan hendaknya ia
memberitahukannya. Dan apabila ia melihat tidak demikian dari yang tidak
menyenangkannya maka sesungguhnya mimpi itu hanyalah dari syaitan, maka
hendaklah ia memohon perlindungan (taawwudz kepada Allah swt) dari keburukannya
dan janganlah menuturkannya kepada seseorang, maka mimpi itu tidak membahayakannya
(madharat).
Rasulullah shallallahu
alaihi wa sallam bersabda,yang artinya :
Tidaklah tinggal dari tanda-tanda kenabian kecuali
berita-berita gembira. Para shahabat bertanya : apa itu berita-berita gembira?,
Rasulullah saw bersabda: mimpi yang baik (hr. Bukhari).
Mimpi yang datang dari Nafsu Sendiri
Mimpi ini biasanya muncul dari nafsu kita sendiri, seperti
misalnya kita sangat merindukan sesuatu sebelum tidur, maka ketika tidur kita
akan memimpikannya. Kita sangat kehausan, maka dalam mimpi kita akan melihat
air.mimpi dalam islam
Mimpi buruk
Mimpi Buruk adalah mimpi yang datang dari syaitan untuk
menakuti manusia sebagaimana dengan Sabda Rosululloh SAW :
Apabila (kalian) melihat selain dari itu (mimpi baik) berupa
hal-hal yang dibenci, maka sesungguhnya itu datangnya dari syaithan maka
berlindunglah (kepada Allah) dari kejahatannya (syaithan) dan janganlah ia
menceritakannya kepada seorangpun, karena mimpi tersebut tidak membahayakannyaa
(muttafaqun aalaihi)
Selain itu pada hadits lainnya, diriwayatkan bahwa seorang
laki-laki berkata kepada Nabi SAW:
Sesungguhnya saya telah bermimpi (melihat) kepalaku telah
terputus (dari badanku) lalu saya mengikutinya dari belakang, maka Nabi saw
mencelanya dan bersabda : janganlah kamu ceritakan (kepada orang lain)
permainan syaithan terhadapmu di dalam mimpi(mu) (HR. Muslim).
Hampir sama dengan penjelasan Diatas ada pula yang
menyebutkan Mimpi menurut islam dibagi menjadi 2 menurut kajian Al-Qur’an
yaitu:
Ruya. Ruya disebut sebanyak
12 kali dalam Al-qur’an menyangkut mimpi dalam islam, mimpi nabi dan orang
biasa, dimana mimpi ruya berkaitan dengan petunjuk atau pertanda yang diberikan
Allah SWT kepada hamba-Nya.
Contohnya: Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup)
berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: Hai anakku sesungguhnya aku
melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!
Ia menjawab: Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya
Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar. (QS. Ashshaaffaat:
102).
Adghats (ahlam), Sementara adghats (ahlam) disebut sebanyak
5 kali dalam Al-qura’an
yang dimaknai hanya mimpi kalut yang berasal dari syaitan.
0 Response to "Mimpi dalam islam ternyata bukan hanya sekedar bunga tidur, nih penjelasannya."
Post a Comment