Minum Air Berlebih Justru Bahaya untuk Ginjal

Seperti kita tahu, lebih dari setengah tubuh manusia terdiri dari air. Bila tubuh kekurangan air, itu akan menjadi hal buruk untuk tubuh. Tubuh akan kesulitan melakukan tugasnya. Namun bila berlebihan,itu juga akan berdampak buruk. Salah satunya merusak ginjal. Mengapa hal itu bisa terjadi? Bukankah air bagus untuk ginjal?
Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia Aida Lydia pernah
mengungkap bahwa masyarakat tidak perlu minum air putih berlebihan. Dalam
artikel Kompas.com edisi 8 Maret 2018 dijelaskan, konsumsi air putih sebaiknya
disesuaikan dengan kebutuhan dan aktivitas masing-masing individu. Aida
berkata, jika air putih diminum berlebihan dapat memperburuk fungsi ginjal.
"Banyak minum air putih bisa sebabkan gangguan elektrolit di darah. Kadar
natrium dan kalium darah berkurang, sedangkan kadar cairan di tubuh meningkat,
sel tubuh jadi membengkak," terang Aida. Pembesaran sel tubuh ini terjadi
karena banyak natrium yang larut dan menghilang dari dalam tubuh. Padahal, natrium
bertugas mengikat air.
Kerja ginjal, kata Aida, juga akan semakin berat
karena harus menyaring cairan yang berlebih. Dikhawatirkan, glomerulus pada
ginjal tidak kuat melakukan fungsi filtrasi. Dampaknya bisa menimbulkan
gangguan pada ginjal. "Minum air putih bikin ginjal sehat. Tapi tidak
sampai berliter-liter. Secukupnya saja, jangan banyak-banyak. Jangan juga
kurang. Sesuai kebutuhan tubuh," tutup Aida. Perhatian untuk penderita
ginjal Konsumsi air minum juga harus sangat diperhatikan penderita penyakit
ginjal stadium lanjut. Ada batasan
konsumsi air minum yang harus mereka patuhi. Itu karena kemampuan ginjal
menyaring sangat terbatas sehingga cairan terakumulasi. "Penumpukan bisa
di paru-paru. Pasien bisa jadi sesak napas. Cairannya bisa terakumulasi
tumpukannya di jaringan lain. Kaki jadi bengkak," ujar Aida. Aida
mengatakan bahwa, kebutuhan cairan yang diperlukan pasien gagal ginjal
bergantung pada stadiumnya. Hal itu bisa dikonsultasikan dengan dokter.
"Jadi, tida bisa digeneralisasi sama semua. Ini bergantung pada seberapa parah
gagal ginjal orang tersebut," ujar Aida. Untuk kenaikan stadium keparahan
fungsi ginjal, kata Aida, tidak bisa diprediksi waktunya. Ia menekankan, waktu
peningkatan stadium penurunan fungsi ginjal bukan soal penghitungan matematis.
Level penurunan fungsi ginjal didasarkan pada laju filtrasi glomerulus. Stadium
penurunan fungsi ginjal, kata Aida ada lima. Stadium pertama ditunjukkan dengan
laju filtrasi glomerulus di angka lebih dari 90 ml/min/1.73 meter persegi. Pada
stadium ini ginjal masih bekerja seperti biasa namun tanda kerusakan ginjal
sudah tampak. Gagal ginjal kronis terjadi ketika penurunan laju filtrasi
glomerulus berada di angka kurang dari 15 ml/min/1,73 meter persegiSumber Kompas.com
0 Response to " Minum Air Berlebih Justru Bahaya untuk Ginjal"
Post a Comment