Meski Mengandung Gula, Jangan Takut Santap Banyak Buah

Konsumsi gula berlebihan telah lama dikaitkan dengan
berbagai penyakit. Namun, apakah hal ini juga berlaku untuk gula yang
terkandung dalam buah-buahan? Pada dasarnya, buah bisa menjadi alternatif
camilan menyehatkan untuk para atlet agar kembali berenergi. Apalagi, buah bisa
kita olah menjadi berbagai menu menyegarkan seperti smoothie. Lalu, apakah zat
gula dalam buah-buahan memang berbahaya bagi tubuh kita? Juru bicara Academy of
Nutrition and Dietetics, organisasi profesional makanan dan gizi terbesar di
Amerika Serikat, Kelly Hogan dan Torey Armul memaparkan efek kandungan gula
dalam buah untuk tubuh. Asupan gula berlebih dapat mengakibatkan kenaikan berat
badan, peningkatan risiko kardiovaskular, dan diabetes tipe dua. Sayangnya,
belum ada pernyataan pasti apakah hal yang sama berlaku untuk buah-buahan yang
memiliki rasa manis. Beberapa diet trendi seperti Whole30 dan Keto menerapkan
pola konsumsi tanpa gula, termasuk gula yang terkandung dalam buah. Ini
menimbulkan kebingungan apakah buah yang notabene bergizi justru tak baik untuk
kesehatan. Buah mengandung tiga jenis gula yaitu fruktosa, glukosa, dan
kombinasi keduanya yang disebut sukrosa atau gula meja. Gula adalah jenis
karbohidrat yang merupakan sumber bahan bakar utama otak dan tubuh. Penelitian
menunjukkan terlalu banyak gula berdampak negatif pada kesehatan. Riset yang
diterbitkan dalam jurnal PLOS One menemukan setiap konsumsi 150 kalori gula
tambahan mengakibatkan risiko diabetes naik sebesar 1,1 persen. Riset lain yang
diterbitkan dalam JAMA Internal Medicine menemukan fakta serupa. Orang yang
mengonsumsi gula paling banyak, 25 persen atau lebih dari asupan kalori,
berisiko alami kematian tiga kali lebih besar akibat penyakit jantung. Angka
itu dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi kurang dari 10 persen gula
tambahan dari asupan kalori. Lantas, apakah hal yang sama berlaku untuk konsmsi
gula dalam buah? Makanan dan buah yang memiliki rasa manis sama-sama mengandung
gula tetapi efeknya berbeda. Baca juga: Banyak Makan Buah dan Sayur Bikin Bahagia,
Apa Alasannya? Sekaleng soda, misalnya, mengandung 140 kalori gula tanpa zat
bergizi lainnya. Tentu saja minuman yang nikmat ini tak mengandung manfaat
kesehatan. Selain mengandung gula, buah mengandung vitamun dan mineral seperti
serat, vitamin A dan C yang dapat mengurangi peradangan dan meningkatkan sistem
kekebalan tubuh. Jika membandingkan soda dan pisang, buah bewarna kuning ini
mengandung 110 kalori dan kalium yang berguna untuk fungsi otot, sedikit
protein, dan gula alami. Saat kita mengonsumsi buah utuh, menurut Hogan, itu
tak sama dengan kita mengonsumsi gula tambahan atau makanan manis seperti
dessert. "Buah mengandung serat dan nutrisi yang membantu tubuh menyerap
nutrisi lain," ucap Hogan. Beberapa jenis buah, seperti mangga, mengandung
gula yang sangat tinggi. "Namun, mengonsumsi secangkir atau dua cangkir
blueberry yang menyehatkan otak tak akan menyebabkan kenaikan berat badan, atau
menyebabkan tingginya risiko diabetes tipe dua," tambah Armul. Riset dalam
Journal of Diabetes Investigation juga membuktikan hal ini. Dari temuan riset,
peneliti menyimpulkan semakin banyak buah yang kita makan, semakin kecil
kemungkinan kita terkena diabetes tipe 2. Ulasan dalam European Journal of
Nutrition juga mengaitkan peningkatan konsumsi buah dengan penurunan risiko
obesitas, kanker, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung. "Saya belum
pernah memiliki klien yang mengalami penambahan berat badan drastis karena
makan buah," ucap Armul. Armul justru berpendapat kurang konsumsi buah
dapat menyebabkan masalah kesehatan. Namun, Hogan mengatakan kita perlu
berhati-hati pada buah kering, jus buah, dan smoothie karena semuanya menjadi
lebih tinggi gula daripada buah segar. Selain itu, buah yang sudah diolah
mengandung gula yang lebih terkosentrasi sehingga padat kalori. Kita perlu
mengonsumsi buah dalam jumlah yang wajar. Menurut American Heart Association
(AHA), porsi terbaik untuk mengonsumsi buah adalah sebesar kepalan tangan kita.
Baca juga: Cara Tepat Memotong Buah Supaya Nutrisinya Tidak Hilang Untuk buah
segar, beku, atau kalengan adalah setengah cangkir, dan buah kering dan jus
buah adalah seperempat cangkir. Untuk mengatasi masalah pencernaan, konsumsilah
setengah kantong nanas kering. Nanas kering mengandung 800 kalori, 168 gram
gula, termasuk kalori ekstra. Buah kering juga membantu mengisi glikogen agar
kita tak kelelahan saat berolahraga. Arum mengatakan, buah kering memang
mengandung gula yang tinggi. Namun, bukan berarti kita harus menghindarinya.
Buah kering sangat bermanfaat saat kita melakukan aktifitas fisik tinggi,
seperti mendaki gunung atau berpergian jauh. Untuk buah yang diolah menjadi
jus, sebaiknya kita mengonsumsi 100 persen jus buah asli yang hanya
mengandalkan rasa manis dari gula alami. "Sayangnya, ini bukan cara ideal
untuk memenuhi nutrisi tubuh. Jus tidak mengandung nutrisi yang sama dalam buah
utuh, misalnya serat," kata Hogan. Hogan juga mengatakan, cairan membuat
kita mengonsumsi gula dan kalori tinggi lebih mudah. Ini sama halnya dengan
smoothie yang mengandung kalori dan gula yang lebih tinggi. Sebaiknya, kita
memilih smoothie rendah lemah dan menambahkan yoghurt, buah, dan sayuran tanpa
tambahan gula seperti madu atau sirup. Agar lebih aman, kita bisa membuat
sendiri smoothie demi membatasi kandungan gula di dalamnya. "Tambahkan
protein — seperti yoghurt tinggi lemak tanpa rasa, serta selai kacang — untuk
membantu kita merasa kenyang dan memulai perbaikan otot," kata Armul.
Jadi, jangan takut mengonsumsi buah, terutama buah yang masih segar karena
kandungan nutrinya sangat baik untuk tubuh. Kita hanya perlu berhati-hati pada
pilihan jenis buah. Lalu, jangan menambahkan gula - misalnya, madu atau sirup -
dalam smoothie buatan kita.
Sumber Kompas,com
0 Response to "Meski Mengandung Gula, Jangan Takut Santap Banyak Buah"
Post a Comment