BMKG: Musim Kemarau Tahun Ini Lebih Lama, Harap Waspada Kekeringan

Musim kemarau telah berlangsung selama beberapa minggu
belakangan. Dampak dari kemarau ini, sebagian wilayah Indonesia merasakan suhu
dingin saat dini hari menjelang pagi, kemudian berganti menjadi panas menyengat
sejak siang hingga sore hari. Berbicara tentang kemarau, mungkin beberapa dari
kita langsung mengaitkannya dengan kekeringan, kurang air, atau potensi
kebakaran hutan dan lahan (kerhutla). Lantas, bagaimana BMKG memprediksi musim
kemarau tahun ini? Menurut BMKG, kemungkinan besar kemarau tahun ini akan lebih
lama dari biasanya, yang berarti akan memicu kekeringan lebih lama juga. Kepala
Bidang Analisis Variabilitas Iklim BMKG Indra Gustari mengatakan, ancaman
kekeringan panjang pada musim kemarau tahun ini disebabkan oleh curah hujan
yang terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia dalam kategori rendah
dibanding biasanya.
Untuk diketahui, meski Indonesia mengalami musim kemarau,
beberapa daerah tetap mendapat curah hujan. Beberapa daerah yang biasanya
mengalami curah hujan rendah saat kemarau adalah daerah di selatan equator
khatulistiwa. Ini seperti Sumatera Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara,
Kalimantan bagian Selatan, Sulawesi Selatan dan Tenggara, serta Papua di
sekitar Merauke. "Ada beberapa indikator dinamika atmosfer yang
menyebabkan curah hujan lebih rendah daripada biasanya," ujar Indra kepada
Kompas.com. Pertama, anomali atau simpangan terhadap rata-rata suhu permukaan
laut di sekitar perairan Indonesia masih terlihat negatif atau lebih rendah
dari biasanya. Kedua, muson Asia yang biasanya membawa banyak hujan ke
Indonesia terutama Jawa atau daerah di sebelah equator, tampak agak lambat
munculnya atau menjalar ke selatan Indonesia. "Hal itu jugalah yang
memengaruhi curah hujan rendah terjadi di berbagai daerah Indonesia
nanti," jelas Indra.
BMKG memprediksi, jika biasanya musim hujan akan mulai masuk
pada bulan Oktober, di tahun ini akan mundur beberapa hari, sekitar 10-30 hari,
tergantung pada kondisi
BMKG menyarankan agar kita harus bijak dalam penggunaan air
selama musim kemarau. Hal ini untuk mengantisipasi kekurangan air selama musim
kemarau. "Menjaga kesehatan itu sangat penting, karena kualitas udara saat
musim kemarau semakin menurun," imbuh Indra. Serta waspada terhadap
potensi kebarakan karena banyak lahan dan barang yang kering sehingga
meningkatkan potensi mudah terbakar saat musim kemarau panjang melanda.
Sumber Kompas.com
0 Response to "BMKG: Musim Kemarau Tahun Ini Lebih Lama, Harap Waspada Kekeringan"
Post a Comment