Benarkah Kecanduan Main Game sebabkan Gangguan Jiwa ?

Sebuah video yang merekam perilaku seorang
laki-laki yang terus menggerakkan tangannya seolah-olah memegang game console,
beredar di media sosial. Video itu dibagikan sejumlah akun di media sosial.
Seorang pria pada video itu disebut mengalami gangguan kesehatan jiwa hingga
tidak dapat diajak berkomunikasi karena kecanduan bermain game di ponselnya.
Jari-jarinya selalu bergerak-gerak seolah memainkan sebuah permainan di tangannya,
padahal tidak ada barang yang sedang dipegangnya.
Psikiater dari konsultan kejiwaan Smart Mind Center
Consulting Dr. Dharmawan A. Purnama, Sp.KJ memberikan penjelasan bahwa., kecanduan
bermain game di ponsel dapat menyebabkan kecanduan bahkan mengganggu kesehatan
fisik dan mental. “
Dia tidak bisa mengendalikan itu walaupun dia tahu dia harus
menyetopnya, karena hal tersebut jelek untuk kesehatan atau jelek untuk
kehidupannya,” kata Dharmawan. Dampak kecanduan game bisa mewujud dalam beragam
bentuk, teegantung dari jenis game yang dimainkan.
“Jadi adiksi perilaku. Setiap game bisa berpotensi
kecanduan. Game yang agresif bisa membuat orang jadi agresif, game strategik
bisa melatih berpikir tapi tetap saja kecanduan,” ujar dia. Dharmawangsa
menyebutkan, waktu bermain game seharusnya tidak melebihi lamanya waktu
bekerja.
“Namanya juga main ya untuk break saja. Kalau kerja full
time 40 jam seminggu, masa main game-nya 30 jam seminggu?
Sudah lebih dari
separuh waktu kerja,” ujar Dharmawan. Pemain gim yang sudah kecanduan akan
kehilangan kenikmatan lain di luar game, termasuk hal-hal penting yang
sebenarnya dia butuhkan. Misalnya, makan, istirahat, mandi, dan sebagainya.
Selain itu, ia juga kehilangan waktu dan kesempatan untuk menjadi pribadi yang
lebih produktif dalam hidup karena waktunya habis untuk bermain game.
“Orang yang sudah kecanduan biasanya enggak ada
kenikmatan lain yang bisa dirasakan selain main game, bahkan makan minum mandi
enggak perlu, tapi kalau enggak ada wifi ngamuk. Cemas, gelisah, lalu ngamuk,”
jelas dia. Namun, Dharmawan menyayangkan, banyak yang belum menyadari bahaya
dari kecanduan game yang banyak dialami oleh saudara atau orang di sekitarnya.Bahkan, ada yang menganggapnya bukan masalah. “Yang jadi masalah banyak orang masih denial bahwa ini kelainan mental dan menolak untuk diobati,” kata Dharmawan. Sebelumnya, pada 2018, kecanduan game atau game disorder resmi ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai penyakit gangguan mental. Kecanduan game dimasukkan dalam versi terbaru International Statistical Classification of Diseases (ICD). ICD merupakan sistem yang berisi daftar penyakit berikut gejala, tanda, dan penyebab yang dikeluarkan WHO. WHO memasukkannya ke daftar "disorders due to addictive behavior" atau penyakit yang disebabkan oleh kebiasaan atau kecanduan.
sumber berita Kompas.com
0 Response to "Benarkah Kecanduan Main Game sebabkan Gangguan Jiwa ?"
Post a Comment