Bahaya Tersembunyi di Balik #AgeChallenge Aplikasi "Wajah Tua" FaceApp

Aplikasi FaceApp kini kembali viral dan banyak
dipakai oleh para pengguna smartphone lewat tantangan #AgeChallenge, termasuk
di Indonesia. FaceApp adalah aplikasi yang dapat mengubah foto wajah
menggunakan beberapa efek. Salah satunya yang digemari adalah efek untuk
mengubah wajah menjadi terlihat lebih tua.
Meski terlihat mengasyikkan,
pengguna tampaknya harus lebih berhati-hati dalam menggunakan aplikasi ini.
Pasalnya, FaceApp ternyata bisa saja menyebarkan, menyimpan, bahkan menjual
foto pengguna untuk tujuan komersial meski foto tersebut telah dihapus.
Kemungkinan itu tertuang dalam bagian persetujuan dan
ketentuan pemakaian dari aplikasi FaceApp. Bagian tersebut biasanya memang
jarang dibaca karena kebanyakan pengguna cenderung buru-buru menekan tombol
agree. Di sini, tepatnya di bagian ketentuan user content, FaceApp mengatakan,
"Anda memiliki semua hak konten. Selanjutnya FaceApp tidak mengklaim
kepemilikan atas konten pengguna yang diposting melalui layanan." Kalimat
tersebut memang terdengar seolah melindungi konten-konten milik pengguna.
Namun, yang perlu diperhatikan adalah kalimat "Kecuali untuk lisensi yang
Anda berikan di bawah ini" yang tertulis pada awal ketentuan.
Pada bagian
selanjutnya, FaceApp menjelaskan bahwa lisensi yang dimaksud tak lain berupa
lisensi penuh dan tidak dapat dibatalkan. Berikut ini kutipan selangkapnya
"Anda memberi FaceApp lisensi yang berlaku selamanya, tidak dapat
dibatalkan, tidak eksklusif, bebas royalti, dibayar penuh, untuk mereproduksi,
memodifikasi, mengadaptasi, memublikasikan, menerjemahkan, membuat karya
turunan, mendistribusikan, memajang karya di hadapan publik, dan menampilkan
konten milik Anda dengan nama, nama pengguna, atau bentuk apa pun yang
diberikan dalam semua format dan saluran media, tanpa kompensasi kepada
Anda".
"Dengan menggunakan layanan ini, Anda setuju bahwa konten
milik pengguna dapat digunakan untuk tujuan komersial. Anda selanjutnya
mengakui bahwa penggunaan konten untuk tujuan komersial FaceApp tidak akan
mencederai Anda atau orang yang Anda beri wewenang untuk bertindak atas
namanya." Dirangkum KompasTekno dari Apple Insider, Kamis (18/7/2019),
artinya, dengan memakai FaceApp, Anda akan sepenuhnya menyerahkan hak atas foto
Anda yang dihasilkan lewat aplikasi tersebut ke pihak developer.
Kemudian, setelah memiliki hak penuh atas foto Anda, FaceApp berhak melakukan
apa pun dengan materi tersebut, termasuk meyebarkannya dan menggunakannya untuk
keperluan komersial tanpa perlu meminta izin ataupun memberikan kompensasi
kepada Anda. Belum selesai sampai di situ. FaceApp pun bisa tetap menyimpan foto
di server meski Anda telah menghapusnya dari ponsel.
Pihak developer FaceApp
berdalih hal tersebut dilakukan untuk memenuhi "kewajiban hukum"
tertentu, tapi tak dijelaskan kewajiban hukum apa dan di negara mana yang
dimaksud. Nah, masih ingin menggunakan FaceApp? Jangan kaget kalau foto Anda
nanti muncul di sebuah reklame tanpa pemberitahuan ataupun kompensasi.
Peringatan pemerintah AS Maraknya penggunaan FaceApp rupanya membuat pemerintah
AS was-was soal privasi data pengguna yang bersangkutan. Senator AS Chuck
Schumer bahkan meminta Biro Investigasi Federal (FBI) dan Komisi Perdagangan AS
(FTC) untuk menyelidiki aplikasi tersebut.
Kekhawatiran Schumer didasarkan pada
negara asal sang aplikasi. FaceApp dikembangkan oleh perusahaan asal Rusia
bernama Wireless Lab. "Saya meminta FBI untuk melihat apakah data pribadi
yang diunggah oleh jutaan orang di AS ke FaceApp akan berpindah tangan ke
pemerintah Rusia, atau entitas yang terafiliasi dengan pemerintah Rusia,"
tulis Schumer.
Schumer juga menyoroti ketentuan layanan FaceApp yang
dinilai bisa mengelabui pengguna soal keamanan data pribadi yang dikumpulkan
dan siapa saja yang bisa mengaksesnya. Kekhawatiran serupa juga diungkapkan
oleh Komite Nasional Demokrat (DNC). Chief Security Officer Bob Lord bahkan
meminta semua pejabat DNC untuk menghapus aplikasi tersebut di ponselnya.
"Tidak jelas apa risiko privasi yang akan dihadap. Tapi yang jelas, menghindari
aplikasi memberikan manfaat lebih besar ketimbang risikonya," kata Lord.
DNC sendiri memang pernah mengalami pengalaman buruk berkaitan dengan
pemerintah Rusia. Pada 2015 dan 2016, jaringan komputer DNC pernah dibobol
hacker. Beberapa ahli keamanan siber dan pemerintah AS menuding pemerintah
Rusia adalah dalangnya. FaceApp sendiri telah mengetahui adanya kekhawatiran
tersebut dan mengatakan bahwa data pengguna tidak akan dikirim ke Rusia.
Sumber berita Kompas.com
0 Response to "Bahaya Tersembunyi di Balik #AgeChallenge Aplikasi "Wajah Tua" FaceApp"
Post a Comment